Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jakbar dan dapat diambil pada hari dan jam kerja | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang. Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui website Kejari Jakarta barat melalui pengaduan@kejari-jakbar.go.id | Isi situs bersifat informatif, bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan R.I. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat bekerja sama dengan Koperasi Teguh Sejahtera Bersama menerbitkan layanan Tilang Cash On Delivery, bagi pelanggar yang tidak mempunya waktu untuk mengambil berkas Tilang, dapat menghubungi melalui Whatsapp di Nomor 0812 8429 9818.

Kejari Jakbar Eksekusi Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tegal

(04/04/2017) Jakarta - Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tegal Heri Anggoro ditahan di Lapas Tegal pada pukul 16.30, Selasa (4/4). Dia ditahan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Kejari Jakbar) yang mengeksekusi putusan PK pada 2008.

Kasi Intel Kejari Jakbar Teguh Ananto mengatakan, Heri Anggoro dieksekusi terkait kasus penipuan yang dilakukan di Jakarta pada 1997. Dalam persidangan, terpidana banding dan dinyatakan bebas pada 2002. ‘’Atas putusan ini, jaksa mengajukan kasasi. Hasilnya, kasasi kami dikabulkan Mahkamah Agung (MA) pada 2005.

Terpidana Heri Anggoro dijatuhi pidana penjara selama 18 bulan atau 1 tahun 6 bulan,’’tandas Jaksa Teguh Ananto yang memimpin eksekusi penahanan itu, Selasa (4/4). Tim Kejari Jakbar awalnya menuju ke Kejari Tegal untuk berkoordinasi soal eksekusi penahanan pada pukul 11.00.

Kemudian setelah mendapat informasi akurat soal terpidana yang berada di rumah, dia baru melakukan eksekusi. Rombongan jaksa eksekutor dari Kejari Jakbar didampingi Kasi Intel Kejari Tegal Wimpy Wohon menuju rumah terpidana di Jl Lumba-Lumba, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, pukul 15.00, Selasa (4/4).

 

Sudah Tercium

Diam-diam, Heri sudah mencium kedatangan jaksa eksekutor dan rombongan. Karena itu, saat tim datang, pintu rumahnya tak kunjung dibuka. Rombongan menunggu cukup lama. Aparat Sat Intelkam dan Sat Reskrim yang turut membantu pengamanan eksekusi, hanya bersifat memantau.

ketua gerinda ditahan m 121151Kasat Reskrim Polres Tegal Kota AKP Aris Munandar mengatakan, jajarannya hanya membantu kelancaran eksekusi. Situasi dan kondisi keamanan sekitar lingkungan dinilainya aman dan terkendali.

Setelah tim jaksa eksekutor menunggu beberapa lama dan mengetuk pintu, terpidana Heri Anggoro dengan mengenakan sarung dan berbaju warna putih, keluar dan menerima kedatangan tim itu di teras rumah.

Jaksa kemudian membacakan dan menjelaskan putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung (PK MA). Intinya putusan tersebut adalah menolak PK terpidana tanggal 10 April 2008.

"Jadi kasusnya adalah penipuan, senilai Rp 180 juta dengan objek kapal. Korban menyerahkan uang ke terpidana, untuk mengikuti lelang kapal. Namun setelah menang lelang, pelaku tak memberikan barang lelang itu ke korban,’’ucap Teguh Ananto.

 

Baru dilaksanakan Eksekusi

UntitledqTeguh menjelaskan, putusan PK MA baru dilaksanakan karena pihaknya terbentur dengan tugas-tugas lain yang memerlukan perhatian khusus, seperti soal eksekusi terpidana mati Fredy Budiman pada 2015.

”Sekarang adalah waktu yang tepat untuk melaksanakan eksekusi penahanan. Terpidana kemudian kami titipkan di Lapas Kelas IIB Tegal untuk menjalani hukuman 18 bulan atau satu tahun enam bulan,’’ tandas dia.

Sementara itu, Bendahara DPC Partai Gerindra Kota Tegal Suboro mengatakan, tak tahu mengetahui kasus yang menjerat Heri Anggoro. Namun dia sudah melaporkan ke DPW Partai Gerindra Jateng. Menurut dia, Heri telah memimpin partainya di Kota Tegal sejak 2011. Masa kepemimpinannya sebenarnya berakhir Juni 2016.

Meski demikian, pengurus partai belum menggelar Musda untuk memilik Ketua baru. "Mungkin dengan kejadian ini, proses untuk pergantian bisa dipercepat. Kami akan konsolidasi dengan jajaran pengurus dulu. Kami tak bisa berkomentar lebih jauh, "tandasnya. 

 

Source : Dari berbagai sumber.

Baca juga : Radar Tegal (PK Ditolak, Ketua DPC Gerindra Kota Tegal Ditahan)

 

(Tim Website Kejari Jakbar)

 

Last modified on Thursday, 06 April 2017 21:18