Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jakbar dan dapat diambil pada hari dan jam kerja | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang. Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui website Kejari Jakarta barat melalui pengaduan@kejari-jakbar.go.id | Isi situs bersifat informatif, bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan R.I. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat bekerja sama dengan Koperasi Teguh Sejahtera Bersama menerbitkan layanan Tilang Cash On Delivery, bagi pelanggar yang tidak mempunya waktu untuk mengambil berkas Tilang, dapat menghubungi melalui Whatsapp di Nomor 0812 8429 9818.

Sidang lanjutan kasus artis terjerat narkoba : JPU Tuntut Ridho Rhoma 2 Tahun penjara.

(30/08/2017) Jakarta – Artis dan penyanyi  kondang Ridho Rhoma kembali menjalani persidangan terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat ini beragendakan pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (29/8/2017) sore kemarin pukul 16.00 WIB. Seperti diketahui Ridho Rhoma berstatus sebagai terdakwa atas kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 0,76 gram lengkap dengan alat hisapnya saat digerebek petugas di sebuah hotel di kawasan Jakarta Barat pada 25 Maret 2017 yang lalu. Sebelum mengikuti proses sidang hari ini, Ridho sempat menjalani rehabilitasi atas rekomendasi BNN di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur. Sambil menunggu proses rampung, Ridho menjadi tahanan titipan di Rutan Salemba.

a3f128f9ca668af285f2c21053e53d0dutan ridho rhoma 2 Sidang yang digelar di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Barat, salah satu butir tuntutan JPU adalah Ridho sudah mengakui jika narkotika jenis sabu dengan berat  bersih 0,5 gram merupakan miliknya yang dibeli dari seseorang yang bernama Ahmad Sofyan (AS).

Berdasarkan hal tersebut, ditambah dengan fakta-fakta lain yang sudah terungkap di persidangan, JPU menganggap putra raja Dangdur Rhoma Irama ini tidak mengikuti program pemerintah dalam pemberantasan narkotika dan dituntut dengan hukuman penjara selama dua tahun.

"Terdakwa Muhammad Ridho Bin Haji Rhoma Irama bersalah melakukan tindak pidana menyalahgunakan narkoba untuk diri sendiri dan bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan Pasal 127 Jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama dua tahun penjara dikurangi masa tahanan," ucap lantang JPU kepada Majelis Hakim.

Mendengar tuntutan tersebut, Ridho Rhoma diwakili oleh kuasa hukumnya menyatakan akan membuat tanggapan atas tuntutan dari JPU (pledoi) dan akan dibacakan dalam sidang selanjutnya yang ditentukan jatuh pada hari Selasa tanggal 5 September 2017 mendatang (nrl).

Source : Dari berbagai sumber.

(Tim Website Kejari Jakbar)