Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jakbar dan dapat diambil pada hari dan jam kerja | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang. Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui website Kejari Jakarta barat melalui pengaduan@kejari-jakbar.go.id | Isi situs bersifat informatif, bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan R.I. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat bekerja sama dengan Koperasi Teguh Sejahtera Bersama menerbitkan layanan Tilang Cash On Delivery, bagi pelanggar yang tidak mempunya waktu untuk mengambil berkas Tilang, dapat menghubungi melalui Whatsapp di Nomor 0812 8429 9818.

Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Tangkap Buron Korupsi Lahan PJKA

(08/02/2019) Jakarta - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat menangkap terpidana tindak pidana korupsi lahan Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) yang telah merugikan negara sebesar Rp39,7 miliar atas nama Anis Alawainy.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Nirwan Nawawi mengatakan terpidana tidak melakukan perlawanan apapun saat dieksekusi oleh tim dari Kejari Jakarta Barat untuk ditangkap.

Menurut Nirwan, penangkapan terhadap terpidana Anis Alawainy itu sudah sesuai dengan Putusan dari Mahkamah Agung Nomor 1704 K/PID.SUS/2016 ter tanggal 13 Maret 2017.

"Kejari Jakarta Barat berhasil menangkap terpidana Anis Alwainy terkait korupsi lahan PJKA di daerah Kemanggisan Jakarta Barat yang merugikan negara sebesar Rp39,7 miliar," tuturnya, Jumat (8/2/2019).

Nirwan menjelaskan bahwa terpidana Anis Alawainy sudah diputus pidana penjara selama 7 tahun dan denda Rp500 juta subsidair 6 bulan kurungan penjara dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp39,7 miliar atas perbuatan korupsi yang dilakukan Anis Alawainy.

"Penangkapan ini merupakan wujud dari pelaksanaan program Tabur 31.1 JAM Intel yang menargetkan masing masing Kejati minimal dapat menangkap 1 buronan untuk setiap bulannya," katanya.

Sumber Berita & Gambar  : kabar24.bisnis.com