Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jakbar dan dapat diambil pada hari dan jam kerja | Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang. Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui website Kejari Jakarta barat melalui pengaduan@kejari-jakbar.go.id | Isi situs bersifat informatif, bukan merupakan legal opinion dari Kejaksaan R.I. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based |

Penangkapan Buronan (DPO) Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Hendra Rahardja Alias Endang Rifai

(27/06/2021) Jakarta – Buron Kejaksaan Agung RI atas nama Hendra Subrata alias Anyi malam tadi telah dideportasi dari Singapura ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 19.40 WIB tertunduk lesu menaiki kursi roda dan dikawal sejumlah petugas. Terpidana kasus percobaan pembunuhan ini diamankan pada saat akan memperpanjang paspor dengan nama Endang Rifai di Singapura.

 dpo 10 tahun hendra subrata ditangkap saat perpanjang paspor di kbri singapura csd

 

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, pihaknya langsung melakukan penahanan terhadap Hendra di Rutan Salemba. “Sejak hari ini terpidana ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba cabang Kejagung," kata Eben didepan awak media (26/6), Sabtu malam tadi.

Penahanan terhadap Hendra sendiri ini hanya bersifat sementara, karena di sana ia akan menjalani karantina selama 14 hari. "Selanjutnya kita akan lakukan PCR test kembali dan akan berkoordinasi dengan lembaga pemasyarakatan," ujarnya.

Kapuspenkum menambahkan bahwa kepulangan Hendra Rahardja , atas kerjasama dengan Duta Besar Republik Indonesia di Singapura.

Untuk diketahui bahwa terpidana Hendra Rahardja merupakan buronan (DPO) jajaran Kejaksaan Negeri Jakarta Barat sejak 28 September 2011 dengan dakwaan melanggar Pasal 338 KUHP Jo Pasal 53 ayat 1 KUHP tentang percobaan pembunuhan.

 20210626234827 1 kejagung tangkap hendra subrata 001 istimewa

 

Kronologi Penangkapan

Terungkapnya keberadaan pria usai 81 tahun ini pada 18 Febuari 2021. Saat itu, Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejagung mendapatkan telepon dari Atase Kejaksaan pada KBRI Singapura.

Informasi itu menyebutkan ada seorang WNI bernama Endang Rifai (ER) yang berada di KBRI Singapura ingin memperpanjang paspor.

Namun setelah dicek identitasnya, Endang Rifai ternyata orang yang sama dengan WNI yang bernama Hendra Subrata alias Anyi.

Selanjutnya, Kejaksaan Agung Berkoordinasi kembali dengan KBR Singapura dan atase Singapura untuk memulangkan Hendra untuk mendeportasi buronan percobaan pembunuhan itu.

 

Kasus Hendra

Terkait dengan proses hukum Hendra sendiri, awalnya ia dituntut tujuh tahun penjara pada 20 Januari 2009 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.

Saat itu, Hendra dinyatakan bersalah telah melakukan percobaan pembunuhan dengan hukuman pidana empat tahun penjara dalam putusan pengadilan pada 26 Mei 2009.

Kemudian, 25 Maret 2010 ia mengajukan banding namun ditolak. Lalu, terpidana melakukan kasasi pada 8 Oktober 2010 dan juga ditolak. Selanjutnya, Hendra melakukan dua kali Peninjauan Kembali (PK) Pada 2012 dan 2015. Saat itu, Mahkamah Agung (MA) pun menolak kedua PK tersebut.

"Tanggal 25 Maret 2010 terpidana banding dan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta menolak atau menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat dan kemudian terpidana melakukan kasasi pada 8 Oktober 2010, juga menolak permohonan kasasi," ujarnya.

"Terpidana melakukan 2 kali PK pada 2012 dan 2015 dan kedua PK oleh MA ditolak," tambahnya.

Sehingga, perkara terpidana Hendra dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap. Namun Pengadilan Jakarta Barat mengubah status tahanan terpidana dari tahanan rutan menjadi tahanan kota pada saat persidangan 26 September 2008. "Sejak putusan MA, terpidana sudah pindah bersama istrinya ke Singapura," pungkas Kapuspenkum.

Last modified on Thursday, 12 August 2021 10:50