Print this page

Kejari Jakbar hadiri Seminar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jakarta Barat

(23/03/2022) Jakarta – Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Kejari Jakbar) hadir langsung dalam acara seminar MUI Kota Jakarta Barat dengan tema “Metode Istinbath Hukum Menurut Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam (PERSIS) dan MUI” hari Rabu, (23/03) siang kemarin.
Tampak hadir dalam acara yaitu Walikota Kota Administrasi Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko, S.Ap, M.Si, Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan, Feriando Rusmand, SH., MH hadir mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Mayor Inf. Misin MD, Pasi Intel Kodim 0503/JB, Perwakilan dari Polres Metro Jakarta Barat, Ketua MUI Kota Jakarta Barat, KH. Abdurrahman Shoheh, KH. Mahbub Maafi pemapar materi dari Nahdlatul Ulama, Dr. H. Endang Mintarja, MA pemapar materi dari Muhammadiyah, Dr. Teten Romli Qomarudin, Lc, MA pemapar materi dari PERSIS serta Prof. Dr. KH. Fuad Thohari, MA pemapar materi dari MUI.
“Kita semua mengharapkan acara ini nanti apapun hasil yang dicapai adalah hasil yang terbaik, mudah-mudahan nanti menjadi sebuah bahan / rekomendasi kepada MUI sehingga bisa mendukung Pemkot Jakarta Barat dalam rangka mewujudkan masyarakat Jakarta Barat yang Baldatun Thoyyibatun wa rabbhun ghaffur”, ujar Walikota dalam sambutannya.
Melanjutkan sambutannya, Walikota Jakarta Barat juga menyampaikan bahwa pihaknya telah membuat program bernama Jum’at Berfaedah. Jumat Berfaedah ini mengusung 5 (lima) kegiatan, yaitu kegiatan pertama, kegiatan Bedah Rumah, kegiatan kedua Beauty-fikasi tempat-tempat ibadah yaitu dengan menanam berbagai macam pohon produktif dan non produktif untuk memperindah tempat ibadah, kegiatan ketiga adalah memberikan stimulan kepada seluruh masjid yang kita kunjungi dengan selanjutnya kita bersilaturahmi dengan para pengurus masjid dan mushola, para takmir masjid dan mushola yang ada di Jakarta Barat, kegiatan keempat melakukan asistensi apabila ada masjid/ mushola yang mengalami kesulitan dalam kepengurusan sertifikat maupun IMB, kegiatan kelima yaitu pemberian santunan agar warga masyarakat yang berada disekitar masjid/ mushola yang kurang mampu atau sedang sakit. “Program ini adalah ide bukan hanya dari Walikota saja tapi ide ini adalah hasil diskusi bersama antara Pemkot, FORKOPIMKO, dengan MUI, FKUB, TNI/Polri, Muhamaddiyah, NU dan elemen-elemen lainnya”, imbuhnya.
MUI satu-satunya lembaga yang menjaga dan menerbitkan fatwa untuk menjaga kerukunan masyarakat pada dasarnya sebagai substansi hukum agama yang menetapkan hukum-hukum yang berkaitan dengan islam hal ini guna menjaga keharmonisan dimasyarakat. Untuk menindaklanjuti fatwa MUI sesuai dengan kewenangan yang dimiliki dalam keharomonisan beragama hendaknya perlu sosialisasi dan edukasi mengenai fatwa MUI sebagai implementasi yang meberikan solusi dan memecahkan persoalan yang hadir dimasyarakat serta pengoptimalan seluruh lembaga untuk bekerjasama membangun dan meminimalisir keputusan dan fatwa MUI.
Acara seminar dilaksanakan dengan mematuhi Protokol Kesehatan pencegahan dan penularan Covid-19.(Nrl/Tim)